Sensasi Pertama Menjadi Ibu

Sesampai di rumah sakit aku perlahan turun dari motor dan suami menurunkan barang-barang. FYI, saat itu bawaanku banyak sekali, mulai dari tas berisi baju, perlengkapan bayi, bantal menyusui, tikar, hingga rol kabel. Total ada satu tas berukuran sedang dan sebuah tas laundry besar. Bantal menyusui serupa donat raksasa itu tentu tidak masuk tas, maka kugamit ia sepanjang perjalanan. Bisa dibayangkan betapa rempongnya membawa sekian banyak bawaan itu. Tapi, jangan salah, ini sudah berdasarkan riset lapangan.

Continue reading “Sensasi Pertama Menjadi Ibu”

Detik-detik Sebelum Menjadi Ibu

Saat USG terakhir di usia kehamilan 38 minggu, dokter bilang plasentaku sudah mulai pengapuran, tampak ada bercak-bercak putih di layar alat yang ia operasikan itu. Pengapuran kurang lebih disebabkan oleh penuaan plasenta. Seperti manusia, saat ia menua, fungsi organ tubuhnya akan berkurang, sama halnya dengan plasenta yang berfungsi mengantarkan nutrisi ke janin. Begitu yang aku pahami. Kata dokter langgananku dari usia kehamilan satu bulan itu, jika sampai pada hari perkiraan lahir (HPL) aku belum merasakan kontraksi, maka induksi harus dilakukan.

Continue reading “Detik-detik Sebelum Menjadi Ibu”