Menakar Politik Identitas dalam Kanal Youtube “Menjadi Manusia”*

Media merupakan alat representasi, sebab ia mampu menciptakan ruang untuk menampilkan berbagai simbol yang menggambarkan eksistensi suatu hal. Jika mengamini definisi Stuart Hall (1997) bahwa representasi adalah konstruksi makna melalui bahasa, maka penting untuk memiliki kepekaan terhadap penggunaan segala bentuk “bahasa” oleh media. Hal ini dikarenakan produksi makna atau pengetahuan oleh media dapat berimplikasi pada ekslusi kelompok tertentu atau menjadi senjata bagi kelompok marjinal untuk melakukan politik identitas.

Continue reading “Menakar Politik Identitas dalam Kanal Youtube “Menjadi Manusia”*”

Ilusi Gender Menyusui

Di pagi pertama menjadi seorang Ibu, ada perasaan gugup yang asing. Matahari sudah menyembul kala aku terbangun dengan sekujur badan yang masih remuk redam. Rasanya ingin tidur lebih lama, tapi makhluk kecil di salah satu sudut ruangan sana tak bisa lama-lama menunggu. Sebisa mungkin kucoba bangkit dan turun dari ranjang tanpa bantuan. Dengan terseok-seok kutuju kamar mandi dan kumantap-mantapkan hati untuk mengguyur sekujur tubuh yang baru saja melahirkan kehidupan ini. Kucoba melupakan nyeri-nyeri yang ada dengan memfokuskan pikiran pada gadis kecil yang kurindukan sejak semalam itu. Setelah segala persiapan kuanggap paripurna, termasuk sarapan, aku pamit pada suami yang masih terkapar setengah sadar untuk pergi ke ruang bayi. Kubiarkan dia meneruskan ibadahnya karena toh di ruangan bayi hanya ibu yang bisa masuk. Dengan langkah yang ditegap-tegapkan, kucoba menekan emosi-emosi yang muncul; antara antusias yang membuncah, kerinduan yang teramat, dan grogi level akut. Harus percaya diri, kataku pada diri sendiri. Ya, mulai pagi itu satu misiku yang lain dimulai: menyusui.

Continue reading “Ilusi Gender Menyusui”