Semesta Welas Asih itu Bernama Krapyak

Panggung Krapyak

Berita duka dari Krapyak membuat hati ini masygul. Ibu Nyai Hj. Hanifah binti KH. Ali Maksum, istri dari almaghfurlah KH. Hasbullah kapundhut. Kabar itu menyebar cepat di lini masa sejak pagi.

Saya membaca sejumlah kenangan para santri terhadap ibu Nyai. Santri-santri senior, yang kini telah menjadi kiai, mengatakan beliau adalah orang yang sangat ramah, perhatian, dan nguwongke –memanusiakan santri. Mereka yang sowan di ndalem sering ditawari makan. Suatu kebahagiaan tersendiri bagi santri saat beroleh kesempatan makan di ndalem.

Continue reading Semesta Welas Asih itu Bernama Krapyak

Perjalanan Berjilbab Belasan Tahun dan Kenapa Saya Nyaman-nyaman Aja Tuh

khalimatunisa.com
Saya dan Jilbab Saat Balita

Tulisan ini dibuat setelah membaca sebuah artikel tentang renungan seorang pemakai jilbab di hari ulang tahunnya. Selain mau berbagi perspektif, tulisan ini bolehlah dianggap sebagai hadiah ulang tahun yang priceless buat dia. 

Continue reading Perjalanan Berjilbab Belasan Tahun dan Kenapa Saya Nyaman-nyaman Aja Tuh

Resensi Buku “Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali”, Puthut EA

“Seekor Bebek…”
dok. pribadi

Judul Buku                          : Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali
Penulis                                 : Puthut EA
Penerbit                              : Mojok
Tahun Terbit                      : 2016
Jumlah Halaman               : 177 halaman
Peresensi                            : Khalimatu Nisa

Antologi Seekor Bebek berisi 15 cerpen karya Puthut EA yang memukau. Ia memukau karena kesederhanaannya sekaligus ketajamannya dalam menguliti isu-isu sosial.

Continue reading Resensi Buku “Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali”, Puthut EA

Mengapa Ibu-ibu Saling Berkompetisi

Let’s love more and judge less

Di hari ibu sedunia dua hari lalu, saya merenungkan alasan-alasan mengapa para ibu cenderung saling berkompetisi satu sama lain, alih-alih saling mendukung dengan tulus. Kompetisi yang saya maksud ialah, selalu ingin merasa lebih baik dan cenderung mencari-cari kelemahan yang lain. Kenapa saya batasi subjeknya di ranah ibu-ibu, karena secara personal situasi ini kental sekali saya rasakan ketika telah menjadi seorang ibu. Meskipun, konon, kompetisi ini selalu menghantui hidup perempuan sejak kecil.

Continue reading Mengapa Ibu-ibu Saling Berkompetisi

Bapak dan Tanggal Pernikahan

KH Ahmad Warson Munawwir (NU Online)

Salah satu hal yang sangat aku syukuri adalah bahwa aku terlahir di keluarga yang cukup demokratis. Orang tua mempercayaiku untuk mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup secara mandiri tanpa banyak intervensi. Mulai memilih tempat kuliah berikut jurusannya, mengikuti sejumlah kegiatan, hingga menikah dengan siapa dan kapan. Nah soal yang terakhir ini, aku memilih tanggal pernikahan spontan saja awalnya. Tapi ada satu kebetulan yang membuat hatiku berdesir karena berkaitan dengan Bapak. Ah, Bapak…

Continue reading Bapak dan Tanggal Pernikahan

Ilusi Gender Menyusui

Menyusui

Di pagi pertama menjadi seorang Ibu, ada perasaan gugup yang asing. Matahari sudah menyembul kala aku terbangun dengan sekujur badan yang masih remuk redam. Rasanya ingin tidur lebih lama, tapi makhluk kecil di salah satu sudut ruangan sana tak bisa lama-lama menunggu. Sebisa mungkin kucoba bangkit dan turun dari ranjang tanpa bantuan. Dengan terseok-seok kutuju kamar mandi dan kumantap-mantapkan hati untuk mengguyur sekujur tubuh yang baru saja melahirkan kehidupan ini. Kucoba melupakan nyeri-nyeri yang ada dengan memfokuskan pikiran pada gadis kecil yang kurindukan sejak semalam itu. Setelah segala persiapan kuanggap paripurna, termasuk sarapan, aku pamit pada suami yang masih terkapar setengah sadar untuk pergi ke ruang bayi. Kubiarkan dia meneruskan ibadahnya karena toh di ruangan bayi hanya ibu yang bisa masuk. Dengan langkah yang ditegap-tegapkan, kucoba menekan emosi-emosi yang muncul; antara antusias yang membuncah, kerinduan yang teramat, dan grogi level akut. Harus percaya diri, kataku pada diri sendiri. Ya, mulai pagi itu satu misiku yang lain dimulai: menyusui.

Continue reading Ilusi Gender Menyusui

Sensasi Pertama Menjadi Ibu

Menjadi Ibu

Sesampai di rumah sakit aku perlahan turun dari motor dan suami menurunkan barang-barang. FYI, saat itu bawaanku banyak sekali, mulai dari tas berisi baju, perlengkapan bayi, bantal menyusui, tikar, hingga rol kabel. Total ada satu tas berukuran sedang dan sebuah tas laundry besar. Bantal menyusui serupa donat raksasa itu tentu tidak masuk tas, maka kugamit ia sepanjang perjalanan. Bisa dibayangkan betapa rempongnya membawa sekian banyak bawaan itu. Tapi, jangan salah, ini sudah berdasarkan riset lapangan.

Continue reading Sensasi Pertama Menjadi Ibu

Detik-detik Sebelum Menjadi Ibu

Gelombang Cinta

Saat USG terakhir di usia kehamilan 38 minggu, dokter bilang plasentaku sudah mulai pengapuran, tampak ada bercak-bercak putih di layar alat yang ia operasikan itu. Pengapuran kurang lebih disebabkan oleh penuaan plasenta. Seperti manusia, saat ia menua, fungsi organ tubuhnya akan berkurang, sama halnya dengan plasenta yang berfungsi mengantarkan nutrisi ke janin. Begitu yang aku pahami. Kata dokter langgananku dari usia kehamilan satu bulan itu, jika sampai pada hari perkiraan lahir (HPL) aku belum merasakan kontraksi, maka induksi harus dilakukan.

Continue reading Detik-detik Sebelum Menjadi Ibu