Membaca Narasi Kontra RUU HIP di Twitter

Di tengah situasi krisis akibat pandemi Covid-19, pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) mendadak muncul menjadi isu panas yang bergulir. RUU yang diinisiasi DPR RI ini ramai-ramai ditolak oleh MUI, sejumlah Ormas keagamaan, politisi, akademisi, dan Purnawirawan TNI lantaran dianggap berpotensi mengubah Pancasila hingga memberi peluang kelahiran kembali PKI.

Penolakan ini disusul dengan aksi unjuk rasa oleh ratusan orang yang mengatasnamakan Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak NKRI) di depan gedung DPR RI pada Rabu (24/6) lalu. Demonstrasi berujung pembakaran bendera PDIP yang dianggap dalang di balik munculnya RUU HIP itu kian memperuncing polemik.

Di Twitter, RUU HIP pun hangat diperbincangkan. Berdasarkan pengamatan menggunakan Drone Emprit Academy (DEA) pada 10-28 Juni 2020 perbincangan dengan kata kunci “HIP” dan “Haluan Ideologi Pancasila” tercatat lebih dari 100.000 mentions.

Volume Percakapan RUU HIP – Drone Emprit Academy

Dari sisi lokasi, Jakarta menjadi episentrum perbincangan ini, menyusul kemudian kota-kota besar lain seperti Bandung, Surabaya, Bogor, Bekasi, Medan, Yogyakarta, Tangerang, Depok, dan Malang meski jumlahnya terpaut sangat signifikan. Dengan kata lain, perbincangan mengenai RUU HIP masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Location RUU HIP – Drone Emprit Academy

Topik ini mulai ramai dibahas pada 10 Juni dan trennya meningkat pada 14, 17, 24, 26, dan 28 Juni.

Tren RUU HIP – Drone Emprit Academy

Kenaikan tren dipicu oleh cuitan para influencer yang mendulang banyak retweet serta reply. Lima peringkat teratas top influencers berdasarkan total retweet serta total reply secara berurutan diduduki oleh akun @geloraco, @mas__piyuuu, @ustadtengkuzul, @MCAOps, dan @haikal_hassan di posisi kelima.

Top Influencer RUU HIP – Drone Emprit Academy

Posisi top influencers menunjukkan dominasi kelompok “oposisi” (meski secara konseptual penggunaan istilah oposisi dalam sistem demokrasi presidensial kurang tepat) terhadap isu ini. Jika daftar top influencers dirunut hingga 50 besar, semakin tampak kuatnya dominasi tersebut.

Top Influencer RUU HIP- Drone Emprit Academy

Dominasi ini ditegaskan oleh peta Social Network Analysis (SNA) yang menunjukkan adanya dua klaster dalam percakapan RUU HIP ini namun tampak tidak sepadan. Kluster di sebelah kanan yang diramaikan oleh influencer “oposisi” lebih besar dibanding kluster sebelah kiri.

SNA RUU HIP – Drone Emprit Academy

Dengan komposisi aktor seperti di atas, narasi kontra RUU HIP bergaung lebih kencang di platform ini. Cuitan yang paling banyak di-retweet mengarah pada seruan penolakan yang dibingkai dalam perjuangan umat Islam melawan ideologi komunisme, kecaman terhadap PDIP sebagai pengusul RUU HIP, hingga highlight poin Trisila serta Ekasila yang dianggap ingin mengganti Pancasila.

Most Retweeted RUU HIP 1 – Drone Emprit Academy
Most Retweeted RUU HIP 2 – Drone Emprit Academy
Most Retweeted RUU HIP 3 – Drone Emprit Academy

Selain melalui cuitan, kuatnya narasi kontra RUU HIP juga didukung oleh penggunaan hashtag. Top hashtag berkisar pada tema penolakan RUU HIP (“MUITolakRUUHIP”, “HapusRUUHIPDariMukaBumi”, “TolakRUUHIP”), seruan aksi (“IndonesiaSiapPeoplePower”, “UlamaSerukanUmatIslamBersatu”) dan serangan terhadap PDIP (“MakzulkanJKWBubarkanPDIP”). Tampak ada sejumlah hashtag yang berupaya meng-counter meski secara jumlah masih belum bisa mengungguli seperti “RUUHIPUsulanDPR”, “PemerintahTegasLarangKomunisme”, dan“PemerintahTundaBahasRUUHIP”.

Hashtag RUU HIP – Drone Emprit Academy

Kelompok “oposisi” turut mengokohkan narasi kontra RUU HIP melalui media. Data most shared sites menunjukkan tiga peringkat teratas ditempati nama-nama situsweb alternatif yang merepresentasi suara kelompok penolak yaitu gelora.com, idtoday.co, dan www.oposisicerdas.com. Tulisan bertajuk “Ternyata Trisila dan Ekasila di RUU HIP Ada di Visi dan Misi PDIP” dan “Desakan Sidang Istimewa untuk Lengserkan Jokowi Menggema di Depan Gedung DPR RI” menjadi most read article di laman gelora.co.

Most Shared Sites – Drone Emprit Academy

Dari tabel di atas, perbandingan jumlah share ketiga most shared sites dibanding situsweb lain yang lebih teruji kredibilitasnya tampak sangat kontras. Dilansir dari similarweb.com, gelora.co yang dikategorikan sebagai situsweb “community and society” menduduki peringkat nasional ke-394. Sementara idtoday.co dan oposisicerdas.com yang diklasifikasikan sebagai “unknown website” masing-masing berada di posisi ke-984 dan ke-10.134. Dari empat besar most shared sites hanya situs berita republika.co.id yang masuk ke dalam 100 besar yaitu di nomor 71.

Peringkat ketiga most shared sites tersebut jauh berada di bawah media-media mainstream seperti cnnindonesia.com di peringkat 30, tempo.co di rangking 57 dan kumparan.com di posisi ke-38. Namun, portal-portal berita ini lebih sedikit dijadikan rujukan dalam narasi penolakan RUU HIP di Twitter.

Selanjutnya, mengenai apakah percakapan ini dilakukan oleh manusia ataukah bot, analisis berdasarkan 62,76% identified author/user menunjukkan bot score di angka 2.03. Warna hijau menunjukkan kategori manusia, sedangkan kuning berarti cyborg, dan merah adalah bot. Dengan demikian bisa disimpulkan perbincangan ihwal RUU HIP berada di ambang natural conversation by human and cyborg.

Bot Score RUU HIP – Drone Emprit Academy


Akhirulkalam, polemik selama dua minggu terakhir ini ternyata menggeser fokus netizen terhadap pemerintahan dari isu kebijakan penanganan virus Corona ke RUU HIP. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan tren kata kunci “pemerintah” “indonesia” “pemprov” “gubernur” “walikota” “kabupaten” “provinsi” yang disandingkan dengan “corona” “virus” “covid19” “covid-19”, “coronavirus” “viruscorona” dengan “HIP” dan “Haluan Ideologi Pancasila” sebagai berikut.

Compare RUU HIP – Drone Emprit Academy

*Juga diunggah di laman https://dea.uii.ac.id/user/lihat_publikasi/membaca-narasi-kontra-ruu-hip-di-twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *